Geram dengan pemadaman listrik, Bupati desak DPRD panggil PLN
BURITITA.COM – Pemadaman listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjelang Ramadhan, Minggu (5/6) kemarin, tampaknya memicu emosi masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).
Tak hanya itu, keseringan pemadaman listrik itupun rupanya memantik emosi orang nomor satu di Bolsel, Hi Herson Mayulu. Bupati dua periode ini mengaku sangat kesal dengan hal tersebut.
“Bagaimana tidak, disaat umat Muslim menanti pengumuman 1 Ramadhan dari Menteri Agama, justru lampu padam,” ucap Mayulu, kepada sejumlah wartawan, Senin (6/6/).
Menurutnya, pemadaman itu terkesan tak menghargai umat Islam yang sedang menjakankan ibadah puasa. Suami tercinta Ny. Hj. Muslimah Mongilong inipun meminta dengan tegas kepada pihak PLN agar selama bulan Ramadhan jangan ada pemadaman listrik.
“Terutama saat berbuka puasa, Sholat Taraweh dan saat sahur. Kiranya dapat dihargai,” pintanya.
Dirinya menegaskan, kekesalan masyarakat selama ini sudah cukup, jangan ditambah lagi. Dikhawatirkan kemarahan masyarakat tak akan bisa dibendung.
“Saya berharap, pelayanan yang jelek akhir-akhir ini kiranya menjadi perhatian pihak PLN,” tegas Mayulu.
Mayulu juga mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolsel segera memanggil manejemen PLN Ranting Molibagu, agar selama Ramadhan dan seterusnya tidak ada lagi pemadaman aliran listrik.
Sementara, Wakil Ketua DPRD Bolsel Fadly Toliabu, saat dimintai tanggapannya mengatakan, memang perlu untuk memanggil PLN.
“Lebih bagus supaya kita juga ada kepastian listrik tidak padam. Pihak PLN hatrus menjamin itu. Segera akan kita panggil,” kata Toliabu.
Sejumlah pengamat pemerintahan Zainal Van Gobel, menilai bahwa pemanggilan manajemen PLN oleh pihak DPRD memang penting. Agar, bisa ada komitmen dengan pihak PLN.
“Harus tegas. Tentu jika tak mampu menjamin aliran listrik, ada konsekuensinya,” cetus Zainal.
Bebih-lebih di bulan suci Ramadhan ini, umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa, pemadaman listrik jelas sangat mengganggu.
“Sebagai perusahaan milik negara, PLN seharusnya memberikan pelayanan yang terbaik bagi warganya. Bukan sebaliknya,” tambah Zainal.(gm)
Penulis : redaksi
Judul : Geram dengan pemadaman listrik, Bupati desak DPRD panggil PLN